TALKACTIVE Vol. 2: Workshop Digital UKM Trekata STAIPI Garut Membangun Motivasi Anak Muda di Bidang Digital Kreatif

Acara TALKACTIVE Vol 2: Workshop Digital UKM Trekata STAIPI Garut (Sumber: Aksara)

Garut, Aksara--UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Trekata STAIPI Garut sukses menggelar workshop digital dalam acara TALKACTIVE (Talk Act Creative) Vol 2 dengan tema "Motivasi untuk Membangun Minat Anak Muda di Bidang Digital Kreatif." Sabtu (23/12/2023).

Acara tersebut merupakan kolaborasi antara UKM Trekata dan Matavisual, komunitas fotografi, videografi, dan desain grafis yang digelar di Jalan Raya Samarang, Tarogong Kaler, Garut.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua III STAIPI Garut, pembimbing UKM Trekata, Kebma STAIPI Garut, dan mahasiswa dari berbagai kampus di Garut sebagai peserta workshop.

Ketua UKM Trekata menjelaskan motivasinya membuat acara ini, menurutnya banyak anak muda khususnya mahasiswa yang mempuyai bakat di bidang digital kreatif, namun, tidak mempunyai wadah untuk berkembang. Dirinya menjelaskan bahwa acara ini bertujuan memberikan motivasi kepada anak muda, khususnya mahasiswa, yang memiliki bakat di bidang digital kreatif namun belum memiliki wadah untuk berkembang.

Dalam sambutannya, Hariiban Aly menyampaikan bahwa Garut, terutama STAI Persis Garut, memiliki potensi besar di bidang kreatif, tetapi masih banyak orang yang tidak memiliki wadah untuk mengembangkan bakatnya. Workshop ini diharapkan dapat menjadi pemantik motivasi bagi para peserta, terutama setelah mendengarkan masukan dan pengalaman dari para ahli di bidang digital.

“Kenapa sih harus motivasi? Karena di Garut khususnya juga di STAI Persis Garut ini tuh banyak orang-orang yang berpotensi, tapi mereka tidak memiliki wadah, jadi melalui acara ini, pertama, kita sebagai wadah, yang kedua kalau rata-rata orang di Garut itu bahkan di STAIPI, jika dikasih materi langsung ke praktek, sehingga banyak orang-orang yang kurang tertarik makanya kita mulai dari motivasi. Karena melihat kesenjangan yang ada di STAIPI Garut masih banyak orang-orang yang tidak tertarik," ucap Hariiban Aly, Ketua UKM Trekata STAIPI Garut.

"Kurang sadar terhadap media kreatif, makanya kita mulai dari motivasi gak langsung ke praktek dan mungkin setelah terbangunnya motivasi ini akan menjadi pemicu, pemantik buat mereka yang mendengarkan masukan-masukan dari orang-orang yang berpengalaman, orang-orang yang hebat dan terpicu untuk mengikutinya," ungkap Hariiban Aly. 

Baca Juga: SURAT "CINTA" UNTUK KAMPUS BENING TERCINTA

Kevin, perwakilan dari Matavisual, menekankan pentingnya memberikan wadah bagi orang-orang yang memiliki minat dan bakat di bidang visual. Dia berharap acara semacam ini dapat membantu meningkatkan popularitas, memperluas relasi, dan memberikan peluang bagi mereka yang memiliki minat bakat tinggi di dunia digital

"Orang Garut banyak yang memiliki seni visual, tetapi sulit untuk menemukan wadahnya dimana, sehingga saya memberikan peluang untuk itu. Banyak orang-orang yang memiliki minat bakat yang tinggi dan ternyata potensinya banyak juga. Saya mencoba untuk membuat program-program semacam ini yang berfokus pada videografi dan fotografi, tetapi motivasi-motivasi seperti ini tuh memang diperlukan untuk orang-orang yang ada di dunia digital. Di indonesia anak mudanya banyak banget dan dengan adanya acara ini tentunya memberikan peluang dan bisa membantu orang-orang yang minat bakatnya tinggi," ucap Kevin perwakilan dari Matavisual.

Dalam sambutannya, Dr. Heri mengingatkan bahwa proses kreatif juga adalah misi dakwah. Dia menekankan nilai-nilai adab, ilmu, dan amal dalam proses berkreativitas.

"Saya ucapkan selamat, saya titip bahwa proses kreatif itu adalah misi dakwah, yang pertama adalah adab, ilmu, dan amal. Silahkan berdialektika dengan berkreativitas, mudah-mudahan ini sebagai bentuk ikhtiar kita dalam penghambaan kepada Allah SWT," ujar Dr. Heri dalam sambutannya.

Baca Juga: Sukses Besar! Seminar Tafsir Al-Qur'an Nasional HM-PS IAT STAIPI Garut Dihadiri oleh Rektor UIN

Pada acara kali terdapat penyampain materi oleh dua orang pembicara yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Ridlo Muhammad, seorang praktisi digital marketing dan S. Robiansyah, seorang profesional videographer. 

Materi pertama diberikan oleh Ridlo Muhammad dengan tema bahasan “Pentingnya Belajar Digital Marketing untuk Generasi Milenial dan Gen Z.” Dirinya menjelaskan untuk memulai terjun ke dunia digital harus diawali dengan strong why, yaitu alasan atau motivasi terkuat kenapa harus memulai. Dirinya menjelaskan bahwa orang Indonesia sudah mulai mendaptkan kesulitan mencari pekerjaan, banyak perusahaan yang memasang syarat dengan sulit, berbeda dengan perusahaan di luar negeri yang memasang syarat mudah untuk para pelamar pekerjaan. 

Kemudian dirinya memberikan data penggunaan internet di Indonesia, menurutnya, sudah banyak orang Indonesia menggunakan HP untuk segala aktivitasnya, sebanyak 60,6% orang main HP untuk mencari informasi dan bermain Sosmed.

Menurut pria kelahiran Jakarta itu, dari data itulah peluang terbuka lebar untuk memanfaatkan dunia digital, seperti meningkatkan popularitas, melejitkan usaha, dan memperluas relasi. Sebagai contoh, jika memasang jasa iklan di TV, membutuhkan biaya 100 juta hanya untuk 30 detik saja, maka dengan digital marketing lebih murah lagi, dimulai hanya dengan Rp 15.000,- 

Baca Juga : Training Motivasi Berprestasi KIP Kemenag STAIPI Garut: Membangun Calon Pemimpin Masa Depan Indonesia

Menjawab pertanyaan dari peserta mengenai bagaimana cara memulai karir di bidang digital marketing dan cara untuk konsisten di bidang itu. dirinya menjawab bahwa dengan memulai dari apa yang paling disukai dan paling terdekat dari apa yang dipunya. Konsisten dalam dunia digital adalah dengan sabar, tawakal, dan bangun super tim yang kuat yang diawali dengan keluarga. 

Ridlo Muhammad ketika Menyampaikan Materi (Sumber: Aksara)

"Kesuksesan itu bisa didapatkan asalkan istiqomah dengan satu bidang, start dari apa yang paling kita sukai dan paling terdekat dengan kita. Sabar, tawakal, dan bangun super team yang diawali dari keluarga," ucap Ridlo.

Adapun materi kedua disampaikan oleh S. Robiansyah mengenai pentingnya mengembangkan kreativitas dalam industri digital. dirnya menekankan bahwa dalam industri kreatif, pembelajaran tidak pernah berhenti, dan jaringannya sangat luas, tetapi perlu disertai dengan publikasi digital yang efektif. 

Menurut Robi Industri visual kreatif dianggap sebagai peluang masa depan yang menjanjikan, dirinya menjelaskan bahwa di umur 23 tahunnya, dirinya bisa mendaptkan 1 miliar pertama dengan membuat video pendek. Menurutnya, belajar teknik fotografi dan menggunakan media digital secara bijaksana adalah kunci kesuksesan. 

"Dunia media sosial itu akan menjadi lahan pendapatan kalian di saat dunia ini sudah mengandalkan media digital," ucap Robiansyah dalam materinya.

Ketua UKM Trekata mengatakan terkait harapan besarnya dalam acara kali ini yakni ingin memberikan kebermanfaatan secara lebih luas dan lebih meriah lagi.

“Ingin lebih meriah lagi yang dipersiapkan dengan matang, kolaborasinya lebih ditekankan lagi, karena yang telah dilakukan pada acara ini mungkin dengan persiapan yang mendadak, tapi Alhamdulillah terjalani,“ pungkas Aly. 

Acara ini ditutup dengan pemberian plakat kepada pemateri, hadiah dan voucher kepada peserta terpilih sesi foto bersama. 


Jurnalis        : Rohima Sitti M

Editor          : Z M R

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama