400 Buku di Perpustakaan STAI Persatuan Islam Garut Hilang







Perpustakaan yang menjadi tempat bergantung mahasiswa untuk mencari referensi perkuliahan tidak selamanya baik-baik saja. Terhitung dari ribuan buku yang berjejal memenuhi rak-rak buku di perpustakaan STAI Persatuan Islam Garut, kurang  lebih empat ratus diantaranya hilang.

Dengan berkurangnya jumlah dan varian buku di perpustakaan, para mahasiswa mengaku kesulitan untuk mendapatkan referensi dan bahan bacaan untuk menunjang perkuliahan. Terlebih buku-buku yang hilang, hampir semuanya merupakan buku referensi pokok yang langka dan sulit untuk di dapatkan.

Pak Ahmad selaku staff pengurus perpustakaan mengatakan, buku-buku yang tidak ada tersebut merupakan buku milik Dr. Tiar Anwar Bachtiar. “Semenjak libur semester kemarin, secara berangsur-angsur buku tersebut diangkut oleh beliau untuk membangun perpustakaan dan taman baca di Sumedang. Sampai dengan saat ini, pihak kampus belum juga membuat tindakan terkait buku-buku yang berkurang di perpustakaan. Padahal, pada tahun 2012 pun pernah terjadi peristiwa yang sama,” kata beliau.

Terkait buku-buku yang hilang tersebut, beberapa diantaranya telah diambil oleh Dr. Tiar dan beberapa buku yang lainnya hilang dibawa oknum-oknum mahasiswa tidak bertanggung jawab.  Dengan demikian, jumlah mahasiswa yang datang membaca dan meminjam buku ke perpustakaan menurun secara perlahan.

Kondisi memprihatinkan ini ternyata tidak mendapat perhatian besar dari pihak kampus. Pengadaan buku referensi bagi mahasiswa seharusnya dilakukan oleh pihak prodi dengan menggunakan dana perpustakaan yang dibayar oleh mahasiswa pada awal tahunnya. Karena pihak prodi bertanggung jawab atas pengadaan buku-buku tersebut, maka jumlah buku dari ke lima prodi di perpustakaan haruslah seimbang.

Namun hingga saat ini, buku-buku yang terdaftar di perpustakaan masih didominasi oleh buku-buku keagamaan dan pendidikan umum. Sedangkan buku-buku pendidikan anak, ekonomi dan wawasan Alquran masih sedikit jumlahnya.

“Dari semua prodi yang ada di STAI Persatuan Islam Garut hanya dua prodi yang rutin memasok buku-buku maupun kitab-kitab ke perpustakaan kampus. Prodi yang lainnya, Ekosy, PGMI dan IAT jarang memasok kebutuhan buku penunjang bagi mahasiswa nya masing-masing. Oleh karena itu, saya berharap kepada para mahasiswa agar mengusulkan kepada prodi nya masing-masing untuk melakukan pengadaan buku-buku yang akan menunjang perkuliahan mahasiswa prodi minimal untuk semester sekarang.” Ujar pak ahmad, staff perpustakaan kampus STAI Persatuan Islam Garut.

( Jurnalis Persma Unstraj, Armaq).

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama