Mengulik Kisah Sukses Wakil Bupati Garut dalam "Launch Book" dan Bedah Buku Rekam Jejak Helmi Budiman


Jajaran Penyelenggara dan Tamu Undangan Acara Launch Book dan Bedah Buku "Rekam Jejak Helmi Budiman"(Tengah: dr. Helmi dan dr. Hani) (Sumber: Aksara)

Garut, Aksara--Acara Launch Book dan Bedah Buku "Rekam Jejak Helmi Budiman" sukses diselenggarakan di Fave Hotel, Jl. Cimanuk, Tarogong Kidul, Garut. Kamis (14/12/2023). 

Dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman bersama istrinya, dr. Hani Firdiani, acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut sebagai acara rutinan bagi setiap kepala daerah yang akan selesai masa jabatannya untuk mengabadikan biografi dan rekam jejaknya selama menjabat ke dalam sebuah buku. 

Sebelumnya Dispusip Kabupaten Garut telah menyelenggarakan acara Bedah Buku "Sang Advokat" yang merekam jejak Bupati Garut, H. Rudy Gunawan yang ditulis oleh Dr. Budi Suhardiman. 

Baca Juga : Ribuan Massa Aksi Bela Palestina Padati Alun-alun Garut: Ini yang Dilakukan Keluarga Besar Persis Garut

Buku "Rekam Jejak Helmi Budiman" ditulis oleh Tata Ansorie seorang Pimpinan Umum Harian Garut News. Buku tersebut ditulis selama tiga tahun dan rampung bertepatan dengan akan berkahirnya masa jabatan periode kedua Bupati dan Wakil Bupati Garut pada 31 Desember 2023 mendatang.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dispusip Kabupaten Garut, Ketua Baznas Kabupaten Garut, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur,  Anggota Komisi IV DPRD Kapubaten Garut Fraksi PKS, pelajar, mahasiswa, dan tokoh masyarakat Kabupaten Garut. 

Ketua pelaksana acara menjelaskan bahwa antusiasme tamu undangan cukup tinggi, dari 100 orang yang diundang menjadi 140 orang yang hadir pada acara tersebut. 

Kepala Dispusip Kabupaten Garut menjelaskan buku "Rekam Jejak Helmi Budiman" yang ditulis Tata Ansorie ini merupakan deskripsi berupa gambaran sosok dr. Helmi Budiman dan cerita perjalanan karirnya dari mulai menjadi dokter, politikus, anggota DPRD, sampai terpilih menjadi Wakil Bupati Garut. 

Buku Rekam "Jejak Hekmi Budiman"(Sumber: Aksara)

Lebih lanjut dirinya merasa bangga karena telah bisa menerbitkan dan mengarsipkan dua buku rekam jejak kepala daerah. Menurutnya itu merupakan memori politik bangsa. 

''Alhamdulillah dalam 10 tahun kami sudah menerbitkan dua buku, ini adalah bagian dari memori politik bangsa, ini bagian arsip pemerintah, terima kasih kepada kang Tata dan rekan-rekan, kami akan mendistribusikan kurang lebih 10.000 buku ini kepada masyarakat," ucap Totong.

Istri dr. Helmi menyampaikan kisah perjalanan hidupnya bersama sang suami, menurutnya sosok dr. Helmi merupakan seorang pemimpin yang agamis dan romantis. 

"Kami sudah 30 tahun bersama-sama membangun keluarga, kami menikah itu dari kenalan hanya 10 hari saja," tutur dr. Hani Firdiani saat memberikan sambutan. 

"Atuh saya mah ceplas ceplos, sementara suamiku santri yang selalu menjaga lisan, yang selalu teringat pepatah suami mengatakan, dalam Al-Qurán dikatakan sakinah, mawadah, wa rahmah. Pokoknya sakinah dulu, dalam arti tenang dan tentram. Cinta dan kasih sayang akan sendirinya terjalin, untuk laki-laki yang terpenting tanggung jawab, dan untuk wanita terpenting setia,"ungkap dr. Hani dalam buku "Rekam Jejak Helmi Budiman."

Baca Juga: Diklatsar HIMPARA STAIPI Garut: Ciptakan Kader MAPALA yang Tangguh dan Berkompeten

Teman satu SMP dr. Helmi yang juga masih satu keluarga dengannya menyampaikan dalam sesi testimoni pada acara tersebut bahwa wakil bupati itu tidak pernah belajar ketika akan ada ujian. Dirinya menjelaskan bahwa ternyata rahasianya adalah dr. Helmi selalu belajar di sepertiga malam terakhir selepas salat tahajud dan selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sesi Bedah Buku "Rekam Jejak Helmi Budiman"(Sumber: Aksara)

Tampil sebagai pembedah buku, Dr. Budi Suhardiman, M. Pd. memaparkan pokok-pokok isi buku "Rekam Jejak Helmi Budiman" yang meliputi ringkasan riwayat hidup dr. Helmi Budiman, masa kecil di kampung halamannya, masa sekolah di SMA, masa kuliah di Fakultas Kodekteran UNPAD dengan segala aktivitasnya, pernikahan dengan dr. Hani Firdiani, diangkat PTT di Puskesmas Cimari, Cikelet, Garut, dan memasuki dunia politik. 

Di samping itu, Dr. Budi juga memaparkan aspek kelebihan buku seperti desain buku yang nyaman, layout buku yang proporsional, ukuran huruf nyaman dibaca, foto-foto ilustrasi yang menarik, gaya kepenulisan yang singkat,padat, jelas dan ukuran buku lebih simpel sehingga mudah dibawa ke mana-mana. 

Baca Juga: Fakultas Tarbiyah STAIPI Garut Sukses Selenggarakan Festival Pendidikan se-Kabupaten Garut

Sementara kelemahan buku tersebut adalah tidak ada editor, belum ada ISBN, dan terdapat beberapa ejaan yang tidak tepat. Dr. Budi menjelaskan bahwa sosok dr. Helmi merupakan Wakil Bupati Garut yang religius, santun, bersahaja penuh prestasi dan karya. 

"Jika usia kita tak sepanjang dunia, maka sambungkanlah dengan prestasi dan karya," pungkas Kepala SMPN 6 Garut itu. 

Pemeran Utama dr. Helmi Budiman (Sumber: Aksara)

Tampil sebagai pemeran utama dalam acara tersebut, dr. Helmi menjelaskan bahwa tidak penting rekam jejak sebagus apapun yang terpenting adalah meninggal dalam keadaan baik. 

''Apalah artinya jika kita tidak husnul khatimah," ujar Dewan Syuro Syarikat Islam tersebut.

Lebih lanjut dr. Helmi selalu mengingat pepatah dari ibunya bahwa harus selalu memperhatikan orang-orang kecil. 

"Ibu saya selalu berpesan kepada saya bahwa harus selalu menyayangi orang kecil," ucapnya.

Dirinya berterima kasih kepada semua pihak yang telah sukses menyelenggarakan acara tersebut dan berharap buku itu memberikan manfaat kepada masyarakat. 

"Bapak ibu sekalian terima kasih, semoga buku ini bermanfaat untuk kita semua," pungkasnya.


Jurnalis   : Rohima & Haifa

Editor      : Z M R




Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama