PELANTIKAN KETUA HM-PS × UKM, DEMA ADAKAN WORKSHOP LEADERSHIP


Garut, Ahad, 16 Januari 2022

Kabinet Askara Karsa, kepemimpinan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) mengadakan acara baru dalam kepemimpinan dari masa kemasa, yakni mengadakan pelantikan para ketua HM-PS dan UKM secara ceremony, ditambah dengan acara penyerta yaitu Workshop Leadership, yang menghadirkan dua pemateri. Yaitu, Dr. Heri M. Tohari, S. Fil, M. Pd, dan Alifya Ihya Muhammad, S. Psi, C.T, CNHRP, C. LC, C. PS.

Zidan Habiburrohman, selaku Presiden Mahasiswa menuturkan "Berkaca pada kebiasaan bahwa ketika diberikan amanah/tanggung jawab sebagai pemimpin atau pengurus organisasi selalu saja ada atau menimbulkan keresahan diawal masa jabatan. Maka diadakannya acara ini adalah sebagai upaya untuk memberikan stimulus, terkhusus kepada kawan-kawan HM-PS, UKM, SEMA, maupun DEMA, umumnya bagi mahasiswa.

Maka diadakannnya workshop leadership ini sebagai upaya untuk menghilangkan sisi kebingungan, dan yang terpenting adalah bagamana kawan-kawan memiliki motivasi untuk melaksanakan segala sesuatu. Jadi pada dasarnya pengadaan workshop ini adalah bentuk ikhtiyar kami sendiri dalam merealisasikan wilayah-wilayah pragmatik masuk kepada kawan-kawan, bahwa di awal kepengurusan itu mesti diawali dengan semangat dan kesadaran bahwa menjadi aktivis itu sangat penting, bahwa berorganisasi itu penting.

Ahad, 16 Januari 2022, tepat pada pukul 09.30 yang bertempat di Auditorium Kampus STAI Persis Garut acara dimulai. Diawali dengan pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur'an, tak lupa dalam pagelaran acara-acara selalu disisipi dengan satu waktu untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars STAIPI Garut.

Selesai dari itu, acara dilanjutkan dengan Laporan dari ketua pelaksana kegiatan itu sendiri, yaitu Abdurrohim. Yang merupakan Koordinator mentri Polhuk DEMA. Beliau menuturkan rasa terimakasih kepada Mahasiswa yang tengah menghadiri acara tersebut, dan menyampaikan harapan diadakannya workshop leadership yang berbarengan dengan pelantikan para ketua HM-PS beserta UKM.

Terlepas dari itu, Zidan Habirrohman menyampaikan harapan dari adanya acara tersebut di momen sambutan beliau sebagai ketua DEMA atau Presiden Mahasiswa. Beliau menuturkan "Semoga kawan-kawan bisa termotivasi, dan bisa mengambil serta mengarahkan sisi edukasi yang disampaikan nantinya oleh pemateri ke arah implementatif dan implementasi. Yang kemudian bisa menerapkannya kelak pada tataran lapangan. Mudah-mudahan workshop leadership ini tidak hanya berhenti pada kepengurusan kabinet Askara Karsa, karena hal ini merupakan satu kebutuhan yang mesti diberikan kepada mahasiswa".

Sekaligus membuka acara, Dr. Heri M. Tohari, S. Fil, M. Pd, juga memberikan sambutannya. Tidak berbeda jauh bahwa harapan dari beliau adalah bahwasanya mahasiswa itu harus sadar dengan keadaannya, dan posisinya sebagai mahasiswa itu sendiri.

Masuk kepada acara inti yaitu dilantiknya para ketua HM-PS, yaitu Nazmi Qolbi Adhohari sebagai ketua HM-PS ILHA, Hali Kadhan Famulaqieh sebagai ketua HM-PS PAI, Nuri Rahmani Putri sebagai ketua HM-PS PGMI, Abe Norifumi sebagai ketua HM-PS IAT, dan Farid Bintang A sebagai ketua HM-PS EKOSY.

Dilanjutkan kepada dilantiknya jajaran ketua UKM. Yaitu Adhia Raihatur Rajany, mahasiswa Ilmu Hadits angkatan 2019, sebagai ketua UKM Aksara, A. Alwi Alfiansyah, mahasiswa Ilmu Hadits angkatan 2019, sebagai ketua UKM Himpara, dan Arif Suhendar, mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir angkatan 2020 sebagai ketua UKM Shurulkhan. Sebenarnya ada dua ketua UKM lagi, namun pada saat itu berhalangan hadir, yakni Ahmad Taufik, mahasiswa Ilmu Hadis angkagan 2019, sebagai ketua UKM Trekata, dan Panji R, mahasiswa PAI angkatan 2020.

Terselenggaranya ikrar pelantikan para ketua tersebut, membuat suasana menjadi cukup serius dan khidmat. Selepasnya, kegiatan dilanjutkan pada acara yang dinanti-nanti. Yaitu workshop ladership. Sejalan dengan latar belakang dan harapan daripada adanya acara penyerta tersebut, kedua pemateri yang sangat luar biasa menyampaikan beberapa motivasi yang menjadi energi dan stimulus, khususnya kepada jajaran ketua dan umumnya kepada para mahasiswa itu sendiri.

Dr. Heri M Tohari, S. Fil, M. Pd, yang merupakan Wakil Ketua 3, bidang kemahasiswaan STAI Persis Garut menuturkan bahwasanya mahasiswa itu perlu 3 dasar untuk bisa sadar dengan posisinya sebagai mahasiswa, yaitu Buku, Demo, dan Cinta. Menurutnya, aktivis sekarang adalah calon pemimpin masa depan. Jangan meremehkan aktivitas yang anda lakukan hari ini, bisa jadi apa yang anda lakukan hari ini menjadi berlian dimasa depan.

Semua dimulai dari mimpi dan heureuy. Tutur Dr. Heri. Ketika anda bermimpi, maka semesta mendukung. Mimpi itu akan menentukan kemana arah pergerakan yang akan mencapai pada keinginan. Bagaimana sebuah revolusi limit waktu itu bisa menentukan seseorang bisa sukses dan tidaknya.

Alifya Ihya Muhammad, S. Psi, C.T, CNHRP, C. LC, C. PS. Beliau lebih suka dipanggil akang atau aa, karena menurutnya usianya masih muda. Beliau merupakan aktivis kampus, yang dimasa perkuliahannya aktif sebagai BPM juga BEM. Beliau banyak memberikan motovasi, serta edukasi mengenai kepemimpinan di tatanan kampus, sebelum lebih jauh, beliau mengutip kembali apa yang disampaikan Dr. Heri, bahwa mahasiswa itu perlu kepada Buku, Demo, dan Cinya.

Menurutnya hidup itu dimulai dari cinta. Kita ada karena cinta. Karena cinta, rekan rekan datang ke auditorium ini untuk mengikuti workshop dan menyaksikan pelantikan. Kita harus sadar, bahwa apa yang dilakukan itu bukan karena terpaksa, tapi karena cinta.

Stimulus yang sangat memotivasi adalah beliau menyampaikan "Minimal cinta terhadap diri sendiri. Mulai dari diri sendiri, harus menanamkan rasa optimis bahwa kita siap dalam menjalankan kepemimpinan. Tanamkan mindset, bahwa kita siap. Patahkan mindset, bahwa kalau kita ada disana akan ada kehancuran, harus dipatahkan. Tanya sama diri sendiri, satu periode kedepan mau apa? Mau menciptakan apa? Mau sampai mana? Mau ninggalin apa? Ciptakan sebuah sistem".

Beliau juga memberikan triknya ketika menjalankan sistem pada kepenguusannya di BPM, kalau di STAI Persis Garut SEMA. Karena BPM itu beda dengan BEM yang lebih dikenal. Menurutnya "Cari kontropersi [Bikin Isu], Harus tegas, karena BPM memiliki kewenangan untuk membuat sistem dan aturan, kemudian tingkatkan eksistensi, artinya bangun Network, kalau kita tidak terkenal kita harus mengenal banyak orang. Beliau banyak menceritakan pengalamannya selama dikampus, menjadi pengurus di BPM".

Closing statement dati kang Alif, beliau menganalogikan masing-masing jari ditangan. Yaitu Jempol sebagai Apresiasi, Telunjuk sebagai Intrupsi, Jari tengah sebagai kekuatan, Jari manis sebagai kasih sayang, dan Jari kelingking sebagai anak bawang (pembantu). Diibaratkan pada roda organisasi, kalau kita mau organisas bertahan lama, maka harus memakai semua jari. Kalau hanya mengandalkan salah satunya maka akan hilang yang lainnya.

Acara Pelantikan dan Workshop Leadership yang digelar oleh DEMA berlangsung dengan khidmat dan meriah. Mahasiswa STAI Persis Garut wajib meningkatkan atensinya dan sadar akan posisinya sebagai mahasiswa. Menjadi aktivis itu penting!!!!!


Reporter : Lani Lasna Ulhaq
Jurnalis UKM Aksara

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama