Ketika lagi keliling di pasar atau scroll market place, warna cerah dari Jersey sepak bola sangat menarik di mata ibu-ibu yang mau beli baju lebaran buat anaknya. Mereka tidak tahu tentang persepak bolaan. Mereka hanya suka dengan warnanya, kainnya yang lembut, juga motifnya yang beragam. Di sinilah ibu-ibu berperan penting bagi mental anaknya saat dewasa nanti.
Jersey itu sering jadi pintu pertama anak jatuh cinta pada sebuah klub bola. Hari ini cuma dipakai buat foto Lebaran. Besok-besok anak mulai nanya, “Bu, klub ini main kapan?”
Minggu depan sudah duduk di depan TV. Dua minggu kemudian sudah bisa menyebut susunan pemain. Sebulan kemudian sudah mulai debat sama temannya.
Karena itu sebelum membeli jersey, ada baiknya ibu-ibu melakukan sedikit riset ringan. Tidak perlu sampai baca buku taktik sepak bola. Cukup cari tahu klubnya sering menang atau sering bikin pendukungnya latihan sabar.
Bayangkan kalau anak baru mulai suka bola tapi klubnya tiap minggu kalah. Anak belum belajar matematika pecahan, tapi sudah belajar rasa sakit karena gol menit 90.
Jika ibu sebelah memilih klub yang berbeda, perkelahian tidak dapat dihindari lagi. Apalagi kalau klub mereka bertemu dan salah satunya kalah, di situlah pertama kalinya anak sembunyi dari teman-temannya. Atau sering disebut "masuk goa"
Selain klubnya, ada faktor lain yang sering menentukan masa depan fandom seorang anak. Salah satunya lingkungan.
Kalau di satu gang banyak anak pakai jersey klub tertentu, biasanya yang lain ikut arus. Anak-anak itu solid. Main bola bareng. Nonton bareng. Kadang juga saling ejek bareng.
Faktor berikutnya datang dari tempat yang sangat berpengaruh dalam sejarah sepak bola anak Indonesia. Rental PS.
Di sana banyak keputusan besar terjadi. Anak yang tadinya tidak kenal klub apa pun, tiba-tiba jadi pendukung fanatik hanya karena klub itu punya rating tinggi di game.
Begitu sering dipakai saat main, nama klubnya makin melekat. Lama-lama jersey yang dipakai saat Lebaran terasa makin cocok.
Jadi ketika ibu membeli jersey sepak bola untuk anak, sebenarnya ibu sedang membuat keputusan jangka panjang. Bukan cuma soal baju Lebaran. Ini adalah awal perjalanan panjang bagi sang anak menjadi fans klub bola. Puluhan tahun. Bahkan sampai tutup usia.
Dan coba bayangin ketika anak ibu yang telah dewasa menonton klub kesayangannya di depan ibu, lalu berkata: "Ibu, ini klub kesukaan saya dari kecil." Kalau wajah mereka bahagia, riset ibu tidak sia-sia. Jika mereka sedih ketika klubnya bermain, mungkin ibu perlu beli Jersey baru.
Aksara IAI Persis Garut
0

Posting Komentar
Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!