Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Kurban: Manifestasi Syukur, Keikhlasan, dan Ketakwaan

Gambar
(Sumber: Pinterest)   Garut, Aksara — Umat Islam memiliki dua momentum istimewa yang dirayakan setiap tahunnya, yaitu Idulfitri dan Iduladha—dua hari besar yang bukan sekadar perayaan, tetapi juga sarat akan makna spiritual. Jika Idulfitri merupakan penanda kemenangan setelah satu bulan berpuasa, memperbanyak amal kebaikan dan menahan diri dari hal-hal yang tidak baik; maka, Iduladha adalah momentum istimewa yang mengingatkan umat pada hakikat pengorbanan, meluruskan hati, melangitkan syukur, dan memaknai ketidakmudahan—sebagai ujian—dengan kacamata ketaatan kepada Allah. Menurut bahasa, kurban berasal dari bahasa Arab, yaitu al-qurbanu (القُرْبَانُ), diambil dari kata قَرُبَ (qaruba) yang berarti dekat, yaitu sesuatu yang dipersembahkan kepada Tuhan, baik berupa barang yang disedekahkan atau dalam bentuk melakukan ibadah tertentu. Namun kata ini lebih banyak dipahami dalam arti mempersembahkan sesuatu yang bersifat material .   Nama lain dari kurban adalah:  udhiyah...

Kebijakan UPT Bahasa Dipertanyakan, Mahasiswa Tuntut Keterbukaan dan PerubahanKebijakan UPT Bahasa Dipertanyakan, Mahasiswa Tuntut Keterbukaan dan Perubahan

Gambar
  (Sumber: Tim Media Dema)   Garut, Aksara – Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Persis Garut menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait kebijakan UPT Bahasa mengenai uji kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam audiensi bersama Rektor, Wakil Rektor I, dan Ketua UPT Bahasa, Selasa (27 Mei 2025). Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari program DEMA Responsif. Sebelumnya, DEMA telah melakukan survei terhadap tanggapan mahasiswa mengenai kebijakan tersebut. Hasilnya, dari 106 mahasiswa yang mengikuti survei, hanya 26,4% yang menyatakan setuju. Kebijakan ini dianggap menambah beban mahasiswa, baik secara administratif maupun psikologis. Hal tersebut disebabkan karena kebijakan yang dikeluarkan oleh UPT Bahasa dinilai mendadak, tidak transparan, dan minim pelibatan mahasiswa dalam proses penyusunannya. Menanggapi hal tersebut, Rektor IAI Persis Garut, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum., menjelaskan bahwa kebijakan UPT Bahasa bukanlah kebijakan...

Seminar Sehari dan Presentasi Makalah Santri-santri SMA : Kiat Membangun Budaya Literasi Beradab di Pesantren

Gambar
      (Sumber: Jurnalis Aksara)  Garut, 20 Mei 2025 Kampus IAI Persis Garut bekerja sama dengan Pesantren At-Taqwa Depok menyelenggarakan Seminar Sehari dan Presentasi Makalah Santri-Santri SMA dengan tema “Kiat Membangun Budaya Literasi Beradab di Pesantren.” Kegiatan ini digelar di Aula Rusunawa IAI Persis Garut pada Selasa, 20 Mei 2025. Acara yang dihadiri oleh perwakilan delegasi setiap prodi ini dimulai pada pukul 09:30 WIB, yang dipandu oleh Adillah Azlam sebagai Master of Ceremony pada acara kali ini. Acara dimulai dengan lantunan ayat suci alqur’an, yag dilantunkan oleh Muhammad Piki Agisna Firdaus. Kemudian dilanjut dengan sambutan sekaligus pembukaan acara ini oleh Rektor IAI Persis Garut, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum. Dilanjut dengan Keynote Speech pertama yaitu, Dr. Adian Husaini dan disambung oleh keynote speech kedua yaitu, Dr. Muhammad Ardiansyah. Setelah itu dilanjut dengan pemaparan materi oleh kelima pemateri. Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M. Hum s...

Proporsi Anggaran Komponen Kebma Berubah, Anggaran HM-PS Dipangkas dan UKM Ditambah

Gambar
Sumber: Jurnalis Aksara Garut, Aksara_ Senat Mahasiswa (SEMA) IAI Persis Garut mengadakan rapat budgeting dengan seluruh ketua komponen Kebma IAI Persis Garut. Jum'at, (09/Mei/2025). Rapat tersebut membahas dan menentukan proporsi anggaran setiap komponen Kebma. Total dana dari kampus sendiri sekitar 50 juta. Muhammad Nur Sidik, M. Ag, Kabag Kemahasiswaan IAI Persis Garut, menegaskan bahwa dana dari kampus 50 juta lebih, untuk lebihnya belum diketahui. "Angka yang 50 juta, pasti, insya Allah, nah anu sesana (untuk sisanya) yang belum pasti," tegasnya. SEMA memberikan tawaran proporsi anggaran dana komponen Kebma, yaitu: 1. SEMA: 10% 2. DEMA: 15% 3. HM-PS: 42% 4. UKM: 27% 5. Dana darurat: 5% Seluruh Ketua UKM merasa dirugikan dengan proporsi tersebut. Ghufran, ketua UKM Aksara meminta agar proporsi UKM dan HM-PS disamaratakan, menurutnya, proker UKM dan HM-PS membutuhkan dana yang hampir sama. "Menurut saya, Proporsi dana UKM dan HM-PS disamaratakan saja, melihat prok...