Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

UPAYA MENJAGA TRADISI LITERASI DI KALANGAN SANTRI PERSIS Oleh: Zulfa Mufthina Naufal

Literasi atau “literacy” adalah hal yang tak bisa di pisahkan dikalangan pelajar, baik di lembaga kepesantrenan maupun di lembaga sekolah umum. Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) literasi adalah kemampuan untuk membaca dan menulis. Menurut Elizabeth Sulzby pada tahun 1986 beliau mengartikan literasi sebagai kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang yang berkomunikasi dengan baik dalam membaca, berbicara, menyimak, dan menulis dengan cara yang berbeda sesuai dengan pesan. Sedangkan menurut Herfey J. Graff pada taun 2006 beliau mengartikan literasi sebagai suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa literasi adalah kemampuan seseorang dalam hal membaca ataupun menulis. Seorang pelajar musahil tidak memilki kemampuan berliterasi, karna bagi pelajar literasi adalah cara untuk mencari ilmu baik dengan cara membaca buku pelajaran, ataun non pelajaran, atau mengasah kemampuan dengan caramenulis. Kata satri ataupun siswa ...

Apa kabar negeri?? Karya : Ihda Ramdaniah

Apa kabar negeri yang katanya berdemokrasi?? Jeritan rakyat yang sekian kali tak didenagr lagi Kian hari hanya berbisik rintih Dimana letak mentari pada sang bumi pertiwi?? Yang beribu kali membakar hati Petuah para petinggi hanya berdalih ingin dipilih Menyongsong ego tertinggi Hanya berbuah kemunafikan diri Dimana letak adil pada negeri?? Yang katanya NKRI harga mati Wahai para pemilik kursi tertinggi Tengoklah kami Adakah hati nurani yang terselip?? Sudahlah hentikan ini!! Dari kami yang ingin negeri kami makmur hakiki

Mahasiswa Kok Lemah? Oleh : Rifqi Muhammad Fajar

Menjadi mahasiswa merupakan sebuah pilihan dan anugrah yang tak setiap orang yang diberikan kesempatan untuk dapat menyandang gelar sebagai “Mahasiswa”. Dikarenakan tidak ada orang yang mempunyai harta untuk dapat mendanai biaya kuliah, mengambil beasiswa sedangkan prestasi pun masih sangat pas-pasan, sudahlah belajar lebih baik nikah aja, hehe. Begitu mungkin Sebagian anggapan orang-orang terhadap pendidikan pasca SMA. Akan tetapi disamping mendapatkan gelar sebagai mahasiswa faktanya mahasiwa masih mendapatkan kutukan dari masyarakat, bahwasannya mahasiswa dikutuk menjadi orang yang “Intelek” dan mempunyai wawasan keilmuan yang lebih dari yang lainnya. Kutukan tersebut belum dicabut oleh masyarakat, oleh masyarakat yang masih menganggap mahasiswa sebagai sosok yang mempunyai intelektual diatas rata-rata. Oleh,  Oleh drama didalam civitas akademika ini mahasiwa dituntut untuk belajar dewasa dan lebih bijak didalam memanage kehidupannya. Dengan tugas yang menumpuk dan kejar tenggat...