Cahaya yang Redup
Gambar: pinterest Cahaya lampu di sebuah rumah seketika redup tatkala seorang perempuan menekan saklar lampu dan menyisakan cahaya dari sebuah lilin di atas kue. Safira, bibirnya tertarik ke samping membentuk senyuman sambil memegangi kue ulang tahun berdiameter 30 cm itu. Ia berjalan mengendap-ngendap menuju sebuah pintu. Tok, tok, tok! “Kiana, kamu udah tidur belum? Buka pintunya, dong , dek!” Safira mendekatkan daun telinga ke pintu yang terkunci itu. Tidak mendengar apa-apa. Ia yakin pasti adiknya sudah tidur, makanya tidak menyahut. Ia pun kembali menyalakan lampu dan menyimpan kue tersebut di meja, lalu ditutupnya dengan tudung saji. Safira menghela napas panjang, sedih karena ia pulang kemalaman. Bukan disengaja. Perempuan itu seharian berjualan milik orang lain, kemudian ketika tabungannya belum cukup untuk membeli kue dan kado untuk adiknya, dia berlanjut ngojek online untuk menutupi kekurangan sampai akhirnya pulang tepat jam sembilan malam, berbeda dari biasanya. Sete...