Di Balik Tirai Gaza
Nama: Salwa Muthmainnah
Prodi: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Aku berdiri di atas atap rumahku, menatap ke arah laut yang biru. Gaza, tanah
kelahiranku, tempat aku tumbuh dan berkembang. Namun, di balik keindahan
alamnya, tersimpan cerita tentang perjuangan dan kesedihan. Aku melihat anak-
anak kecil bermain di lapangan yang rusak akibat serangan bom. Mereka tertawa
dan berlari, meskipun kehidupan mereka tidak seperti anak-anak lain di dunia.
Mereka telah terbiasa dengan suara tembakan dan ledakan.
Aku memikirkan ayahku yang hilang dalam serangan udara beberapa tahun lalu.
Ibuku yang selalu kuat, meskipun air matanya sering mengalir saat mengingat ayah.
Aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku akan menjadi kuat seperti ibu. Aku
melihat para pejuang Palestina yang berjuang untuk membela tanah air mereka.
Mereka berani dan gigih, meskipun kekuatan mereka tidak sebanding dengan
musuh. Aku merasa bangga menjadi bagian dari bangsa yang tidak pernah
menyerah.
Di tengah kesulitan, aku melihat cahaya harapan. Anak-anak kecil yang bermain,
para pejuang yang berjuang, dan ibu-ibu yang selalu sabar. Mereka semua adalah
simbol harapan bagi Palestina. Aku yakin bahwa suatu hari nanti, Palestina akan
merdeka. Rakyat Palestina akan hidup dengan damai dan sejahtera. Dan aku
percaya bahwa aku akan menjadi bagian dari sejarah itu.
Kesimpulan: Cerpen ini menceritakan tentang kehidupan di Gaza, Palestina, dan
perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan dan keadilan. Meskipun
menghadapi kesulitan dan kesedihan, mereka tetap memiliki harapan dan semangat
untuk terus berjuang. Cerpen ini menggambarkan kekuatan dan keteguhan rakyat
Palestina dalam menghadapi kesulitan.
Nama: Salwa Muthmainnah
Prodi: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Aku berdiri di atas atap rumahku, menatap ke arah laut yang biru. Gaza, tanah
kelahiranku, tempat aku tumbuh dan berkembang. Namun, di balik keindahan
alamnya, tersimpan cerita tentang perjuangan dan kesedihan. Aku melihat anak-
anak kecil bermain di lapangan yang rusak akibat serangan bom. Mereka tertawa
dan berlari, meskipun kehidupan mereka tidak seperti anak-anak lain di dunia.
Mereka telah terbiasa dengan suara tembakan dan ledakan.
Aku memikirkan ayahku yang hilang dalam serangan udara beberapa tahun lalu.
Ibuku yang selalu kuat, meskipun air matanya sering mengalir saat mengingat ayah.
Aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku akan menjadi kuat seperti ibu. Aku
melihat para pejuang Palestina yang berjuang untuk membela tanah air mereka.
Mereka berani dan gigih, meskipun kekuatan mereka tidak sebanding dengan
musuh. Aku merasa bangga menjadi bagian dari bangsa yang tidak pernah
menyerah.
Di tengah kesulitan, aku melihat cahaya harapan. Anak-anak kecil yang bermain,
para pejuang yang berjuang, dan ibu-ibu yang selalu sabar. Mereka semua adalah
simbol harapan bagi Palestina. Aku yakin bahwa suatu hari nanti, Palestina akan
merdeka. Rakyat Palestina akan hidup dengan damai dan sejahtera. Dan aku
percaya bahwa aku akan menjadi bagian dari sejarah itu.
Kesimpulan: Cerpen ini menceritakan tentang kehidupan di Gaza, Palestina, dan
perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan dan keadilan. Meskipun
menghadapi kesulitan dan kesedihan, mereka tetap memiliki harapan dan semangat
untuk terus berjuang. Cerpen ini menggambarkan kekuatan dan keteguhan rakyat
Palestina dalam menghadapi kesulitan.

Posting Komentar
Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!