UKM Trekata Gelar Seminar Media Kreatif, Bahas Strategi Konten dan Branding Digital

 


Garut, Aksara — Seminar Media Creative bertajuk “Multimedia Branding: Strategi Pembuatan dan Pengelolaan Konten di Media Sosial” sukses digelar pada Sabtu (24/01/26) di Dapoer Katendjo, Garut. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa serta pegiat media kreatif yang ingin memperdalam pemahaman tentang strategi produksi dan pengelolaan konten di media sosial.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh panitia pelaksana di bawah kepemimpinan Riksa Pribadi Andika. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang aplikatif bagi peserta. “Tujuan seminar media kreatif ini ada sebagai wadah buat peserta untuk lebih mendalami teknik pembuatan media kreatif,” ujarnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DEMA Institut Agama Islam Persis Garut, Amroini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut dan menekankan pentingnya kesadaran media di kalangan mahasiswa. “Ini merupakan acara yang menurut saya luar biasa. Media sosial itu tidak ada habisnya, karena tren media sosial selalu ada yang baru. Komunitas media tanpa postingan media yang bagus ibarat sayur tanpa garam,” tuturnya.

Sesi pertama diisi oleh Kevin Septiano yang membahas proses kreatif dalam pembuatan konten. Ia menekankan pentingnya mengenali tujuan dan karakter audiens sebelum memproduksi konten. Menurutnya, setiap platform memiliki ciri khas masing-masing sehingga konten perlu disesuaikan agar tepat sasaran. Kevin juga menjelaskan bahwa ide konten dapat bersumber dari persoalan sekitar, pengalaman pribadi, maupun tren yang sedang berkembang, lalu diolah melalui tahapan riset, perencanaan, produksi, hingga publikasi.

Kevin turut menyoroti peran hook di tiga detik pertama sebagai penentu ketertarikan audiens. Ia menjelaskan bahwa hook tidak selalu berbentuk kalimat dramatis, tetapi bisa berupa visual yang kuat, efek suara, ekspresi, atau potongan video yang relevan. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan konten sebagian besar ditentukan oleh kekuatan topik dan isi, sementara aspek teknis seperti editing, sudut pengambilan gambar, caption, dan tagar berfungsi sebagai pendukung.

Pada sesi kedua, Yusuf Maulana mengajak peserta memandang media sosial sebagai ruang pembentukan karakter dan kepercayaan. Ia menegaskan bahwa sebuah akun perlu memiliki arah yang jelas, konsistensi topik, nilai yang dibawa, serta gaya bahasa yang khas agar mudah dikenali. Menurutnya, branding tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang berupa konsistensi, evaluasi, dan interaksi dengan audiens. Selain itu Yusuf menyampaikan bahwa di era digital saat ini tidak sepantasnya untuk menganggur, manfaatkan digital yang sedang berkembang ini untuk menghasilkan karya, bahkan uang. Ia juga membagikan beberapa tips agar konten yang dibuat membuat orang tertarik untuk membaca atau melihat konten tersebut, yaitu buatlah konten yang membahas tentang kontroversi, entertain, dan edukasi, sayangnya konten yang berisi tentang edukasi ini kurang untuk menarik perhatian masyarakat, sehingga Yusuf memberikan tips lain untuk bisa menarik perhatian orang atau masyarakat selain dari ketiga cara tersebut yaitu membuat konten yang dengan mengambil empati dan simpati masyarakat dengan cara soft selling, ini bukan lagi tentang berbicara makanan ini enak dan harganya seribu lima tapi menceritakan dibalik penjualan itu misalnya seperti menjual kesedihan untuk menarik empati dan simpati masyarakat agar bisa membeli produk yang dijual, cara ini diperbolehkan dalam hal pembuatan konten. Cara kedua yaitu dengan membuat konten yang bisa mengambil emosional masyarakat. Kedua cara diatas mampu menarik masyarakat untuk melihat konten yang kita buat.

Seminar ini juga menjadi momentum penguatan jejaring komunitas media kreatif. Ketua UKM Trekata, Tazki Birahmatillah, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat berlanjut melalui kolaborasi. “Kami ingin membangun komunitas media kreatif di Garut dengan berkolaborasi bersama Matavisual,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada peserta untuk terus mengasah karakter, menjaga konsistensi dalam berkarya, serta membangun komunikasi dua arah dengan audiens. Di tengah laju perubahan dunia digital yang cepat, peserta diharapkan tetap peka, reflektif, dan bertanggung jawab dalam memproduksi serta menyebarkan konten di media sosial.


Jurnalis: Azhar, Afkari

Post a Comment

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama