Mahasiswa Demo di depan Gedung DPRD Garut, Begini Tanggapan Bupati Garut

 
Oleh: Rama Wiguna

Senin, 11 April 2022 Mahasiswa se-Kabupaten Garut turun ke jalan untuk melaksanakan Aksi. Di koordinir oleh BEM kampusnya masing-masing. Terhitung ada beberapa BEM Perguruan Tinggi yang ikut serta di dalamnya. Di antranya dari STAIPI, STAIDA, UNIGA, IPI, dan yang lainnya.

Hasil dari konsolidasi BEM se-Garut sebelumnya, sepakat untuk mengangkat beberapa isu yang belakangan membuat geger masyarakat Indonesia. Mulai dari isu kenaikan harga BBM, kenaikan PPN, sampai pada isu menolak Jokowi tiga periode. Selain itu pula, isu penundaan Pemilu dan isu RUU IKN juga di angkat. 

Bupati Garut dan wakil DPRD Garut menyampaikan bahwa pemilu presiden dan legislatif akan dilaksanakan 14 februari 2024. Serta pada hari rabu, akan mengadakan program pembagian 236.000 kepala keluarga yang ada dib Kabupaten Garut, yaitu 4 liter minyak goreng dalam bentuk uang Rp. 100.000 perbulan dalam 3 bulan.

Namun ada Mahasiswa yang tidak menerima adanya program-program tersebut, para Mahasiswa menuntut langsung diturunkan harganya dan si stabilkan. 

Kemudian, mengenai UU IKN pemerintah Garut akan mendatangani dan menggugat langsung ke MK (Mahkamah Konstitusi) karena bertentangan dengan UU 1945, dan sudah ditandatangani oleh Bupati Garut untuk diajukan ke pusat.

Tetap kawal sampai menang!!!


Jurnalis
Rama Wiguna

1 Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama