Fakultas Tarbiyah STAIPI Garut Sukses Selenggarakan Festival Pendidikan se-Kabupaten Garut

Acara Festival Pendidikan Fakultas Tarbiyah STAIPI Garut (Sumber: Panitia Acara)


Garut, Aksara--Fakultas Tarbiyah STAIPI Garut sukses adakan acara Seminar Pendidikan dan Perlombaan se-Kabupaten Garut dalam Acara Festival Pendidikan. 

Acar ini resmi dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III, Dr. Heri M. Tohari, S Fil., M. Pd., Sabtu (24/11/2023).

Festival Pendidikan ini mengusung tema “Pentingnya Supervisi terhadap Keprofesionalan Pendidik dalam Mengajar.”

Baca Juga: Woka (Workshop Aksara): Bedah Buku "How to Read a Book" Karya Mortimer J Adler dan Charles Van Doren

Acara tersebut merupakan kolaborasi dari HMPS-PAI, HMPS-PBA, dan HMPS-PGMI yang bertempat di Kampus STAIPI Garut, Jalan Aruji Kartawinata, Tarogong Kidul, Garut. 

Acara tersebut dilangsungkan selama dua hari, dimulai dari hari Jumat-Sabtu, 24-25 November 2023. 

Hari pertama diisi oleh berbagai perlombaan bagi santri Pesantren Persatuan Islam (PPI) tingkat Kabupaten Garut dari berbagai tingkat sekolah. 

Baca Juga: KOLABORASI DENGAN JABAR QUICK RESPONSE: AKSARA STAIPI GARUT ADAKAN BASIC TRAINING & CAMP LITERASI 2023

Hari pertama diisi dengan perlombaan Senam Proyek Penguatan Profil Pancasila (P5) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI),  Karya Tulis Ilmiah (KTI), Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Taqdimul Qishah tingkat Madrasah Aliyah (MA).

Lomba Senam Proyek Penguatan Profil Pancasila (P5) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) (Sumber: Panitia)

“Karena memang kita butuh sinergi baik itu dari kegiatan maupun yang lainnya untuk nanti kedepannya yang Insyaa Allah katanya ada wacana akhir bulan sekarang (November) diturunkannya Surat Keputusan (SK) yang tadinya STAIPI menjadi IAI Persis Garut," ucap Ridwan Abdalloh, ketua HMPS-PAI.

“Seminar Pendidikan dan Perlombaan 2023 ini merupakan acara yang mempersiapkan Hari Guru, karena itu perlombaan dilaksanakan pada tanggal 24 dan 25 November, kebetulan itu adalah hari guru, nah kami (panitia acara) mengambil tanggal tersebut penting. Maksudnya yaitu penting bagi kami, guru itu diperingati ataupun dihargai,” ujar Angga Nugraha, selaku ketua pelaksana.

Lebih lanjut, Angga menjelaskan tujuan diadakannya acara ini, yaitu untuk mem-branding atau menamakan STAIPI Garut bahwanya bisa bereksistensi di luaran kampus, dan yakin kampus STAIPI Garut bisa bersaing dengan kampus-kampus yang lainnya.

Seminar Pendidikan Fakultas Tarbiyah STAIPI Garut (Sumber: Aksara)

Selain itu, Angga menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini, mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Tarbiyah sebagai calon guru, bisa lebih sadar akan profesionalisme seorang guru.

"Ingin mahasiswa/mahasiswi STAIPI Garut terkhusus di Fakultas Tarbiyyah lebih melek terhadap keprofesionalan guru."

"Adapun jika di lapangan keprofesionalan guru tidak nampak atau tidak ada, ya kami harus menjadi pelopor agar guru-guru di masa depan itu menjadi guru-guru yang berkualitas, berintegritas, dan profesional yang di mana profesionalitas ini harus dibarengi dengan ilmu-ilmu yang mapan dan mumpuni." 

"Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan dalam acara seminar ini menjadi bekal untuk kami diperkuliahan maupun di luar perkuliahan, terkhusus ada juga dari kami sudah mengajar," pungkas Angga.

Nazma Aulia Syifa, salah satu peserta dari PPI 97 Cikajang, mengungkapkan motivasi dan kesannya dalam mengikuti acara ini.

Dirinya mengungkapkan sudah dari lama menyukai bahasa Arab dan sering mengukti berbagai lomba bahasa Arab, sehingga sudah terbiasa.

“Motivasi saya mengikuti lomba ini (Taqdimul Qishah) memang sudah menyukai bahasa Arab dari sejak SMP, memang sudah sering mengikuti lomba-lomba seperti pidato bahasa Arab, dan ada motivasi juga dorongan dari ustadz untuk mengikuti lomba ini,” ujarnya.

Baca Juga: Jalin Kerja Sama dengan UNIDA Gontor: STAIPI Garut Adakan Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam

Hari kedua diisi dengan seminar pendidikan yangmengikutsertakan seluruh guru se-Kabupaten Garut, khususnya guru-guru di lingkungan Persis, mahasiswa STAIPI Garut dan mahasiswa kampus luar. 

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara seminar, perwakilan Ketua Prodi (Kaprodi) Fakultas Tarbiyah, Sholihin, M. Ag., menyampaikan optimismenya dalam kemajuan di masa depan.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah, karena bisa berkolaborasi antar Prodi Tarbiyah, dan  Insyaa Allah kita akan maju di masa yang akan datang dengan tiga kunci, bergerak, berpikir, dan  berdzikir, bergeraklah karena sesungguhnya dalam pergerakan itu terdapat keberkahan," ucap dosen STAIPI tersebut.

Tampil sebagai pemateri, Dian Eldo Nugraha dan Dr. Fenti Inayati menyampaikan materi yang luar biasa sebagai bekal untuk para mahasiswa yakni para calon guru di masa yang akan datang.

Dr. Fenti menyampaikan materi seminar dengan tema "Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas untuk Mengimplementasikan Kurkulum Merdeka."

Dirinya membahas mengenai langkah-langkah menyiapkan SDM untuk era industry 4.0 dan Society 5.0

Menurut Dr. Fenti, langkah-langkah yang bisa diambil adalah memprioritaskan pada penciptaan SDM yang unggul. 

Prioritas utama di perguruan tinggi (begitu juga kementrian) dalam lima tahun ke depan adalah penciptaan SDM unggul untuk pemimpin masa depan.

Proses utamanya adalah pembinaan, pembelajaran, dan pencetakan karakter mahasiswa perguruan tinggi.

Kemudian dirinya menambahkan bahwa kreatifitas dan inovasi menjadi kunci penting untuk memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan tinggi. 

Kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus adalah kegiatan yang sama dengan magang/praktek kerja, proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian/riset, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan proyek kemanusiaan.

Sedangkan Dian Eldo Nugraha membahas materi terkait profesi guru dengan tema "Keprofesionalan Guru dalam Mengajar."

Dirinya menekankan adanya sikap profesionalisme seorang guru. Profesionalisme dapat memenuhi standar mutu dan norma tertentu dalam menididk. Namun profesionalisme bisa didapatkan dengan mengikuti pendidikan profesi.

Sebagai tenaga profesional, guru harus mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai dengan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru. 

Guru profesional adalah guru yang bisa meramu kualitas dalam mendidik dan integritasnya terjaga dengan baik.

Guru harus menyesuaikan dan  menambah pembelajaran bagi dirinya dan peserta didik ketika menghadapi perubahan zaman. 

Acara Festival Pendidikan ditutup dengan pembagian hadiah, foto bersama, dan pemberian plakat kepada para dewan juri.

 

Jurnalis             : Haifa, Dewi Kartiwi, Gufran, Sitti, Rohima, & Jihan 

Fotografer         : Rifa Apriliani

Editor                : N A A & Z M R

 



Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama