Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ramadhan 1441 H/2020 M" Oleh: Risma Yanti

Gambar
Ya Robbii.. Aku sadar, aku bukan lah sosok penebar kebaikan Aku sadar, aku hanya lah sosok pelaku pendurhakaan Tapi atas kemurahan-Mu, semua itu Engkau sembunyikan Ya Robbii... Kebaikanku tidak sebanyak keburukanku Rasa syukurku tidak sebanyak rasa kufurku Tapi, aku mohon ya Rabb! Izinkanku untuk bisa bertemu dengan Ramadhan-Mu Ya Robbii.. Tanpa bicara Engkau Mahakuasa Melihat apa yang saat ini terlanda  Yaitu virus corona menghantam dunia Ya Robbii.... Sebentar lagi Ramadhan akan tiba Hati ini merasa teriris juga terluka Jika dunia belum kembali seperti semula Ya Robbii.... Tidak pernah aku harapkan Jika shalat tarawih harus sendirian Jika majlis ta'lim harus dikosongkan Ya Robbii..... Tidak pernah aku harapkan pula Jika suara takbir harus tiada Jika shalat 'Id tidak bersama-sama Ya Robbii... Engkau lah yang Mahamengetahui  Hanya engkau lah yang mampu mengasihi  Berikan lah jawaban terbaik untuk u...

"Ramadhan; jawaban Kegelisahan" oleh : Dina kania dewi

Gambar
Menggema di setiap relung hati para mukmin Mengalir cepat disetiap aliran darah para mukmin Merindu yang hanya bisa kami lakukan Meminta kepada-Nya, semoga engkau cepat untuk dihadirkan Kapan engkau menemui kami? Kapan engkau menyudahi kesedian kami? Kapan engkau mengakhiri kekhawatiran kami? Kami rindu... Kami rindu... Kami sangat merinduimu... Dibulan ini, Ditahun ini, memang ada sedikit perbedaan... Berbeda dengan tahun kemarin, Kami sedikit mengabaikanmu Kami terkadang lupa engkau telah didepan mata kami Oh Allah... Mohon ma'afkan kami, ampuni kami, hukum kami jika kami sering mengabaikannya Hadirkan dia ya Allah, hadirkan dia dengan penuh kegembiraan dihati para Mukmin-Mu Hadirkan dia sebagai penenang bagi jiwa mukmin yang sedang dilanda kegelisahan Hadirkan dia sebagai pengusir kesedihan yang kami alami Laa Haula wa laa Quwwata illa billah... Laa Haula wa laa Quwwata illa billah... Tidak ada sesuatu apapun yang terjadi dimuka bumi ini tanpa izinm...

Ramadhan Ditengah Pandemi Covid -19 Oleh : Rifqi Muhammad Fajar

Gambar
Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan bulan yang penuh dengan keberkahan (شهرالمبارك). Hal ini menjadi momen yang sangat-dinanti nanti oleh ummat Islam yang ada di dunia. Dimana gerbang pengampunan dibuka lebar dan pintu taubat dibuka seluas-luasnya serta pahala dari amal kebaikan dilipat gandakan. Sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw didalam haditsnya yang diceritakan oleh Abu Hurairah dibawah ini: من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه.  -رواه البخاري- “Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharap kan pahala hanya dariNya maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu dan barangsiapa yang melaksanakan shaum di bulan Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala hanya dariNya maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” -HR Bukhari- Tentu masih banyak keutamaan-keutamaan yang terdapat di bulan Ramadhan y...

"Tuhan Maha Asik" Resensi Buku

Gambar
"Tuhan Maha Asyik" Pengarang : Sujiwo Tejo &  Dr. MN Kamba Tebal Buku : 245 halaman Peresensi : Rifqi Muhammad Fajar  Buku yang ditulis oleh Sujiwo Tejo dan Dr MN Kamba menceritakan tentang dialog-dialog ringan yang dilontarkan oleh anak-anak usia SD mengenai esensi dan keasyikan Tuhan didalam segala tindakannya.  Dialog anak SD yang dilakoni oleh Buchari, Cristine, Samin, Parwati, Dharma, Pangestu dan Kapitayan ini menandakan kebinekhaan diantara persahabatan mereka.  Meskipun mereka mempunyai latar belakang yang berbeda-beda baik dalam status sosial antara kaya dan miskin serta status keagamaan yang juga berbeda-beda namun mereka masih bisa tetap bersama dalam kerukunan dan tanpa saling diskriminasi antara satu dan yang lainnya.  Apa yang hendak dibawa oleh penulis didalam buku ini adalah,  dimana keberagaman serta perbedaan diantara satu individu tidak menjadi penghambat untuk mengantarkan kepada persatuan selama itu tidak be...

Integrasi Jihad Jamiyyah

Integrasi Jihad Jamiyyah @ Pepen Irpan _"Historia perdjuangan kita kelak akan membuktikan, bahwa hanja dengan persatuan tudjuan dan dasar itulah kemenangan tjita-tjita mendjadi kenjataan."_ (KHM. Isa Anshary, 1951:125). Tasykil PD Persis Garut 2020-2024, yang baru dilantik, didominasi kaum muda. Dari sejumlah total 21 Tasykil, hanya 7 orang dari generasi yang sudah senior. Berarti sekitar 70% adalah generasi yang lebih muda. Ini jelas petanda baik. Kesadaran akan berlanjutnya tongkat estafeta dari satu generasi (pinisepuh) ke generasi berikutnya (kaum muda). Kesadaran akan arti harokah.  Tiada harokah tanpa _kadervorming_, kata KHM Isa Anshary dalam buku _Falsafah Perdjuangan Islam_. Pada hlm. 151 buku tersebut, _Allahu yarham_ Isa Anshary menjelaskan : _"Tenaga muda jang harus mendjadi lasjkar perintis, hendaklah dipelihara dan diasuh ke arah kematangan. Menumbuhkan tenaga dan tunas baru, mendidik kader (kadervorming) jang tjakap dan tangkas."_ Leb...

Menggali hikmah di tengah maraknya Wabah

Gambar
"Tugas baru lagi? Yaelah, belum juga kelar tugas kemarin udah nambah lagi tugas baru. Bener-bener emang, mati satu tumbuh seribu” “Dosen gimana sih? Udah tau kuliah online pake Zoom itu mahal banget” “Kalian gak ngerti sih orang tua aku susahnya cari uang gimana, boro-boro beli kuota, buat makan sehari-hari aja susah” “Enak banget yaa yang dirumah nya ada wifi” Dan lain sebagainya… Naah, ilustrasi kaya gini gak asing bukan? Yaa itulah, chat history yang sering terjadi akhir-akhir ini. Apalagi kalo bukan tentang “Berita Buruk” yang diumumkan Kosma (Korban suruhan Mahasiswa) di grup kelas tentang perkuliahan online atau tugas-tugas yang diberikan dari dosen yang ditanggapi dengan mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Atau bahkan, maaf sekali niih ya, diimbuhi dengan umpatan. Oke, mari kita bahas secara realistis tentang nasib mahasiswa ditengah mewabahnya corona. And I am so sorry if anyone here merasa tersindir. Coretan ini sepenuhnya tidak ada maksud lebih selain mengun...

Cukup gak?

Oleh: Tuan Andanu Dicatat di Kantin Rumah sakit SMC, Kab. Tasikmalaya. Rabu, 08 April 2020. Aku menganggap suaramu yang dulu itu, yang sehingga bila sudah menenteng megaphone merah, maka jalanan gegar. Telinga orang-orang digedor. Menggetarkan. Sisanya menggemparkan. Kau akan terus berteriak: Rakyat! Rakyat! Rakyat! Semua ada paragrafnya. Menumbu satu dengan lainnya. Paragraf rumusan, paragraf iklan, paragraf jalanan, paragraf diplomasi, dan (bila perlu) paragraf anarki. Ban mobil yang biasanya dibakar, membumbungkan asap. Polisi datang. Kecamuk chaos tidak dapat dielakkan. Ia diundang. Saling jambak saling hantam. Media menyorot dari sudut kepentingan: Rakyat! Rakyat! Rakyat! Ban karet mobil dibakar, asap membumbung, perlambang ada kemacetan. Harus ada yang dibereskan. Bila perlu, dibumi hanguskan. Muncul perlawanan aparat; pertanda bahwa demi rakyat akan berhadapan dengan pelindung rakyat. Rakyat! Rakyat! Rakyat! Melongo. Di rumah kumuh. Di kolong jembatan. Di pinggiran...