MEMBANGGAKAN, ALUMNI PPI SABET JUARA 3 PUTRI DAN 15 BESAR PEMILIHAN DUTA BACA JAWA BARAT 2023


MEMBANGGAKAN, ALUMNI PPI SABET JUARA 3 PUTRI DAN 15 BESAR PEMILIHAN DUTA BACA JAWA BARAT 2023



Prestasi membanggakan yang diraih alumni santri putra dan putri PPI (Pesantren Persatuan Islam). Syifa Susilawati, alumni PPI 76 (MA Persis Tarogong) tahun 2020 dan Fahmi Sihab Al-Farisi, alumni PPI 104 (MAS Al Ittihaad Rancapandan) terjun menjadi penggiat literasi yang berhasil mewakili Kabupaten Garut dan menjadi juara pada Pemilihan Duta Baca Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023.

Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat pada tanggal 14 Maret 2023. Pengumuman pemenang digelar di Gedung Dispusipda Jabar, Bandung, Rabu (14/03).

Proses seleksi yang mereka jalani cukup panjang, dimulai dengan seleksi tingkat kabupaten hingga pada bulan Agustus 2022 resmi dilantik sebagai Duta Baca Kabupaten Garut dan mendapatkan amanah untuk mewakili Kabupaten Garut dalam Pemilihan Duta Baca Jawa Barat tahun 2023. 

Total ada 52 finalis, kemudian diseleksi 30 besar, 15 besar, 10 besar, hingga masuk menjadi 3 besar diantara 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat. "Di samping segala persiapan dan perjalanan panjang harus mengunjungi provinsi yang berbeda dalam waktu singkat, juga harus 'Seleket' di antara kesibukan kuliah.” Ujar Syifa.

Ada dua program advokasi literasi yang sudah dan akan terus dijalankan, pertama pembinaan duta baca sekolah di SMA/MA/SMK se-Kabupaten Garut yang sudah berjalan secara bertahap di bawah Payung Paguyuban Duta Baca Kabupaten Garut. 

Kedua, aktivasi kegiatan komunitas literasi het licht untuk mendekatkan pemuda dengan literasi dan sejarah. Lebih jauh, tentunya akan memaksimalkan program yang sejak sebelumnya sudah berjalan di bawah Payung Paguyuban Duta Baca Kabupaten Garut. 

Selain itu, komunitas-komunitas literasi dan komunitas pemuda yang ada di Kabupaten Garut, ke depannya akan diajak untuk berkolaborasi dalam wacana peningkatan indeks literasi di Kabupaten Garut. Sementara program Duta Baca Jabar kali ini adalah advokasi terfokus kepada literasi disabilitas, tetapi ada tambahan lain dengan harapan lebih kepada literasi digital, dengan saat ini terbantu dengan platform RuangPaham_.

“Pesan dari saya, tidak ada anak yang benci dengan literasi hanya saja anak tersebut belum menemukan buku yang sesuai, literasi bukan hanya sekedar membaca, tetapi literasi adalah kebutuhan, yang di mana jika tidak dilakukan kita akan cacat dalam melakukan sesuatu,” tutur Fahmi.

"Saya dibesarkan di lingkungan yang kurang 'literat’. Dan PPI 76, melalui macam ketersediaan bahan bacaan di perpustakaan pesantren adalah jembatan yang akhirnya membuat saya lebih dekat dengan buku. Santri pesantren persatuan Islam mestinya bangga, memiliki banyak tokoh besar yang sudah memberikan suatu kecontohan bagaimana menjadi seorang santri yang literat dan akhirnya menjari sosok penggerak peradaban," ujar Syifa.

Perpustakaan adalah rumah peradaban. membaca buku adalah proses mendewasakan pikiran. Untuk Garut maju, Garut yang literat. - Kang Agung (Ketua Paguyuban Duta Baca Jawa Barat)-, “ Pesan Syifa memungkas wawancara.


Jurnalis : Arrifatulhaq Naqiyyah

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama