TERUNGKAP, FAKTA PERPUSTAKAAN MINIM PENGUNJUNG

Diambil oleh : Lani Lasna Ulhaq, Kamis 09/06/2022 

Perpustakaan menjadi tempat bagi para mahasiswanya untuk mencari data dalam mengerjakan tugas. Namun bagaimana jadinya jika buku yang diperlukan mahasiswa sangat minim?. Reporter Aksara melakukan survei dengan mewawancarai kepala perpustakaan STAI Persis Garut dan beberapa mahasiswanya.

Minat mahasiswa akan perpustakaan ternyata dipengaruhi oleh momen. Pada hari-hari biasa, mahasiswa yang berkunjung dapat dihitung jari. Berbeda Ketika musim UTS dan UAS ramai mahasiswa, namun tidak semua mahasiswa, lantaran minimnya buku yang mereka cari.  

Ahmad Wasman, S. Sos. Beliau telah menjadi kepala perpustakaan sejak tahun 2016, dan sangat mengerti akan kondisi buku. “Paling yang cukup kumplit itu prodi PAI. Kalau diurutkan pertama prodi PAI, kedua Ilmu Hadis, ketiga Ilmu Qur’an, empat ekosy, kelima PGMI. PGMI itu tertolong dari PAI hampir sama. Terus tiga prodi yang baru, yaah masih kurang.” Ucapnya.

Pepustakaan menjadi hal sentral bagi para mahasiswa. Minimnya buku serta Kurangnya pembaharuan menjadi sebab menurunya minat mahasiswa, dan menjadi tanda tanya karena setiap mahasiswa diharuskan membayar uang perpustakaan yang tiap tahun kerap berbeda jumlahnya. 

Mahasiswa berkomentar terkait kondisi pepustakan. "Kurangnya pembaharuan terhadap buku-buku, sedangkan mata kuliah bayak yang diperbaharui menyebabkan kami kesulitan mencari referensi." Ucap Khody Fasya mahasiswi Ekonomi Syariah

Ahmad mengungkap fakta terkait hal ini. Menurutnya, ini disebabkan adanya kendala dalam pengelolaan keuangan, yang sepenuhnya di kendalikan oleh TU. “Ketika perpustakaan membutuhkan dana untuk belanja buku, Kami kesusahan. Bahkan kami mengupayakan uang perpustakaan dipegang oleh lembaga perpustakaan namun selalu ditolak oleh pimpinan ketika musyawarah kerja” ungkapnya. 

Dewasa ini perlu adanya keterbukaan antara pihak terkait. Agar cita-cita yang diharapkan terwujud dengan semestinya dan tidak adanya pihak yang terbebani. Terutama mahasiswa yang merasakan serta membayar perpustakaan.

Mahasiswa menyampaikan harapan-harapannya untuk perpustakaan.  "lebih fokus dalam memperbaharui buku-buku. karena dengan membaca mahasiswa dapat mengaktualisasikan apa yang mereka baca." Ucap saudara Helmi Mahasiswa Ilmu Hadis


Mari sama-sama membudayakan literasi dengan mengoptimalkan ketersediaan buku di perpustakaan.


Zenab Siti Maryam

Jurnalis UKM Aksara

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama