DUNIA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU

Ilustrasi gambar: Pinterst.id https://pin.it/3abkYHv

Oleh : Lani Lasna Ulhaq

Menyetarakan perempuan dengan lelaki adalah memperlakukan air sebagai api.

Padahal air tak perlu menjadi api untuk berarti. Air tetaplah air, api tetaplah api, masing-masing ada fungsinya tersendiri.

Peradaban perkasa memang dikendalikan oleh pria-pria luar biasa. Mereka memimpin masyarakat unggul dan berwibawa di hadapan dunia

Tetapi jangan lupa, lelaki luar biasa dan masyarakat unggul sempurna terlahir dari para ibu yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk mendidik dan membangun generasi.

Oleh para feminis, para wanita diajari untuk menjadi lelaki. Mengabdikan diri di dunia kerja. Terjebak sebagai budak industri. Bukan untuk membangun generasi.

Kemudian anak anak yang mereka lahirkan diserahkan kepada pembantu. Hingga lahirlah generasi tak bermutu.

Mari kembalikan peran ibu di tempat yang semestinya. Melahirkan dan mendidik generasi penerus dengan aqidah, pengetahuan, dan cinta.

Mari kembalikan peran ibu di tempat yang semestinya. Menjadi tulang punggung peradaban yang mulia.

Hingga dunia benar-benar terhampar di bawah telapak kaki ibu.

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama