PEDULI BENCANA CIANJUR, PRODI BKPI ADAKAN PELATIHAN PFA

Dokumentasi Prodi BKPI

Garut—Sabtu, 26/11/2022 Prodi BKPI mengadakan pelatihan Psychological First Aid (PFA) yang bertempat di gedung kampus STAI PERSIS Garut.

Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu persiapan mahasiswa BKPI untuk turut serta membantu korban gempa di Cianjur secara psikis. 

Pemateri yang mengisi pelatihan ini adalah seorang dosen muda baru Prodi BKPI, kahfi hizbullah, S. Psi., M.Psi. Pelatihan ini dibuka oleh ketua Prodi BKPI, Drs. Daris Tamin, M. Pd.

Dua orang dari Mahasiswa prodi BKPI sudah terjun terlebih dahulu ke daerah bencana yaitu Suryadi, Mahasiswa Prodi BKPI semeser 3 dengan Lembaga Pasundan Peduli dan Hadi Yusuf dengan SIGAB PERSIS. Oleh karena itu, Prodi BKPI akan bekerja sama dengan Lembaga Pasundan Peduli dan SIGAB PERSIS untuk diterjunkan langsung ke daerah bencana tersebut.

Bencana gempa yang menimpa kabupaten Cianjur Jawa Barat pasti memberikan kenangan buruk yang membekas bagi warga di sana. Dampak dari bencana tersebut selain banyaknya rumah warga yang rusak, banyaknya nyawa yang melayang, tapi juga memberikan kenangan buruk yang membekas. Tidak sedikit warga mengalami gangguan psikis. 

Berangkat dari hal tersebut maka prodi BKPI berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa Trauma Healing pada para penyintas bencana gempa Cianjur. Untuk mewujudkan hal tersebut, Prodi BKPI memberikan pelatihan Psichological First Aid, untuk membekali mahasiswa yang diterjunkan ke daerah bencana.

Psychological First Aid sendiri adalah sebuah upaya pemberian pertolongan secara psikis kepada penyintas bencana alam, PFA biasanya berupa Trauma Healing yang dapat membantu untuk meringankan kecemasan dan ketakutan para penyintas. 

Upaya ini dapat diberikan kepada semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin dengan penangan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan para penyintas.

Pemberian materi dasar prinsip PFA, kemudian Latihan konseling menangani penyintas dengan bermain peran dimana peserta dibagi berkelompok yang berisi dua orang, berbagi peran menjadi penyintas dan relawan. Setelahnya melakukan Latihan dengan studi kasus yang diberikan untuk perencanaan berdasarkan prinsip yang telah diberikan. Kali ini peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan kasus yang berbeda. Peserta diminta untuk memaparkan perencanaan yang dibuat. Sebagai penutup dari kegiatan ini, mahasiswa BKPI melakukan dokumentasi berupa foto bersama dengan pemateri.

Kegiatan ini diharapkan dapat sedikit membekali mahasiswa BKPI yang akan diterjurkan ke daerah bencana, dan dapat memberikan pengetahuan pada mahasiswa BKPI bagaimana cara menangani penyintas ketika bertemu dengan mereka, memberikan tindakan yang sesuai dengan yang seharusnya agar dapat membantu meringankan beban psikis pada penyintas.


Destia Khoerunnisa, Jurnalis

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama