EMANSIPASI, DARI EKSTREM KANAN KE EKSTREM KIRI

Desain UKM Aksara

Emansipasi Wanita adalah Feminisme barat yang didandani baju lokal. Sepanjang peradaban eropa, pandangan mereka terhadap wanita menyebrang dari titik ekstrem kanan ke titik ekstrem kiri.

Sejarah ektrem itu tercetak dalam kata Feminisme sendiri. Feminisme berasal dari kata Femina. Bahasa Yunani ini merupakan gabungan dari dua kata fe dan minaFe artinya Fides, Faith (man). Sedangkan Mina berarti minus (kurang). Maka, Femina berarti seseorang yang imannya kurang.

Dalam peradaban barat awal, wanita adalah makhluk yang keimanannya tidak sempurna. Semua itu dicatat oleh Phillip J. Adler dalam bukunya; World Civilization. Bahkan dia menambahkan, di abad 17, wanita dipandang sebagai mahluk jahat separuh iblis.

Faktanya, di era Dark Age, wanitalah pihak yang paling banyak jadi korban mahkamah inquisisi gereja karena dianggap mahluk jahat.

Sejak renaessans, kemudian revolusi sosial perancis, barat membalik anggapan mereka pada wanita. Sejak era liberal sekuler, wanita didorong menjadi mahluk yang sebebasnya tanpa ada yang boleh mengekang.

Mulai dari bebas mendapatkan pendidikan setara lelaki, bebas bekerja seperti lelaki, sampai yang paling mutakhir adalah bebas berpakaian seperti apapun mereka mau, bebas aborsi, bebas zina, dan lain sebagainya.

Dimulai dari mengekangnya sebagai mahluk nomer dua, kemudian melambungkannya di atas kebebasan jasmaniah sempurna.

Wanita dalam didikan barat sekuler selanjutnya terjerumus dalam lembah perayaan atas tubuh semata. Hal itu terlihat jelas dalam aksi-aksi feminisme di jalanan akhir-akhir ini.

Sebaliknya, Islam menempatkan wanita sebagai mahluk mulia. Wajib dilindungi kehormatannya. Ditutup auratnya. Dijaga dari ancaman buas di luar sana. Di dalam Islam, wanita memegang karir paling penting di dunia, yaitu menyiapkan generasi tangguh untuk masa depan diri, negara, dan agamanya.

Sedangkan para wanita yang terjebak dalam doktrin ekstrem kiri barat, atas nama Feminisme, menuntut agar maksiat yang dilakukan dibebaskan sesuai hawa nafsunya. Tanpa mereka tau, asal kata Femina itu sendiri. Sungguh kasihan.


Oleh: Lani Lasna Ulhaq

Posting Komentar

Halo sobat Aksara!
Jika mari berkomentar dengan memberikan gagasan atau pendapat yang terbaik, kita jauhi komentar yang mengandung hal yang tidak diinginkan yaa!

Lebih baru Lebih lama